KONSEP MAYARAKAT MENURUT CHARLES DARWIN


Kompleksitas alam tiada habisnya. Sejauh ini kita telah berargumen bahwa hakikat kehidupan jangan dicari memalui identifikasi dengan suatu masyarakat kejadian-kejadian, yang hidup berdasarkan ciri khas penentu masyarakat itu. Suatu neksus yang seluruhnya hidup, berkenaan dengan seluruh kehidupannya, tidak bersifat sosial. Tiap anggota neksus mendatapkan kebutuhan-kebutuhan mengadanya dari prehensi-prehensinya pada lingkungan sosial yang kompleks; oleh dirinya sendiri  neksus kekurangan kekuatan genetik yang termasuk ke dalam masyarakat-masyarakat. Tapi suatu neksus hidup, msekipun nonsosil berdasarkan kehudipan-nya, mungkin mendukung suatu benang keteraturan pribadi selain rute historis para anggotanya. Suatu kesatuan yang kekal yang demikian adalah suatu pribadi yang hidup (a living person). Bukan esensi kehidupan untuk menjadi suatu pribadi yang hidup. Tentu saja suatu pribadi yang hidup membutuhkan bahwa lingkungan langsungnya merupakan suatu neksus nonsosial yang hidup (a living, non-social nexus). (Alfred North Whitehead: 1978) 

Evolusi Darwin
Darwin dalam bukunya yang berjudul On the Origin of species (1895), membahas tentang evolusi organisme-organisme fisik, bahwa:
1.      Kehidupan berasal dari zat-zat organik yang secara bertahap mengalami perubahan menjadi makromolekul organik yang diperkirakan bermula dari lautan.
2.      Evolusi kimia dimulai dari atmosfer purba dengan beraksinya bahan-bahan anorganik dengan energi dari halilintar membentuk senyawa makromolekul sebagai komponen-komponen pembentuk sel.
3.      Makromolekul-makromolekul akan terkonsentrasi di cekungan secara progresif, akibat kondisi yang relatif kering dengan bantuan ATP  dan enzim-enzim terjadi percepatan reaksi sehingga terbentuk membran struktural serta ibril internal sebagai bagian sel primitif yang merupakan kemungkinan terbentuknya kehidupan pada tahap pertama kali.
4.      Kemungkinan dimulainya evolusi dari laut ke darat dengan menggunakan analogi perkembangan invertebrata (hewan yang tidak memiliki tulang belakang) dari air ke darat.
5.      Perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka waktu lama dari bentuk sederhana menuju bentuk yang kompleks.
6.      Mekanisme evolusi dilaksanakan melalui seleksi alam oleh peristiwa mutasi gen yang terjadi secara acak dan tidak terduga pada tigkat suatu populasi.dengan kata lain, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah dan beragam, melainkan berasal dari nenek moyang yang sama. Kemudian muncul berbagai jenis dan ragam makhluk hidup karena proses adaptasi mereka yang berbeda akibat kondisi alam yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa manusia itu berasal dari  nenek moyang yang sama dengan salah satu makhluk di muka bumi.
Dalam hal ini, Darwin tidak membicarakan tentang kehidupan sosial, apalagi menerapkan hukum-hukum biologi ke dalamnya. Namun pada kenyataannya teori dan konsep-kopnsep revolusi Darwin sangat mempengaruhi Darwinisme Sosial. Ada empat konsep berlangsungnya evolusi: The Struggle for life ->The Struggle for life ->The Struggle for life ->Natural Selection ->Proggress.
The Struggle for life ialah bahwasanya semua organisme membutuhkan tempat, iklik yang cocok dan zat-zat tertentu agar tetap bertahan hidup. Akan tetapi persediaan tidak selamanya mencukupi kebutuhan-kebutuhan diantara mereka, hal ini yang mengakibatkan kelangkaan dan kekurangan persediaan, sehingga terjadi persaingan dan perebutan dikalangan mereka demi keberlangsungan kehidupannya, (K.J. Veeger: 1985)
The Struggle for existence[1] secara tidak terhindarkan timbul sebagai kelanjutan dari kecendrungan tingginya laju perkembangbiakan makhluk hidup. Oleh kerena itu jumlah individu yang dihasilkan jauh lebih banyak dari pada jumlah individu yang mampu bertahan hidup, maka tentulah ada peristiwa The Struggle for existence, baik antar individu suatu spesies yang berbeda atau perjuangan melawan kondisi-kondisi fisik kehidupan, (Charles Darwin, terjemahan TIM UNAS: 2003)
The survival of the Fittest maksudnya, bahwa dalam perjuangan untuk hidup yang sangat keras ini, hanya jenis-jenis orgenisme yang dapat menesuaikan diri atau beradaptasi dengan keadaan dan situasi, dengan kata lain yang lebih kuat, dapat bertahan hidup, sedangkan organisme-organisme yang lemah atau tidak tepat guna akan mati sebelum mempergandkan diri atau berkembangbiak, demikianlah terjadinya seleksi alam (Natural Selection), dengan kata lain yang lebih keras, yaitu hukum rimba, yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Dan seleksi alam inilah yang mengakibatkan perubahan dan peningkatan mutu suatu organisme, hal yang memikian itu disebut Proggress.
Dan inilah yang dalam pandangan Darwinisme, bahwa kehidupam adalah medan peperangan dan adu kekuatan, dimana semua pihak saling bersaing dan melawan. Penganut Darwinisme berpegang pada suatu individualisme kasar. Dan beranggapan bahwa Natural Selection dan survival of the Fittest harus dimengerti dalam arti biologis yang mendasari serta menyebabkan perubahan sosial.


TEORI-TEORI DARWINISME SOSILA
a.      Toeri Naluri
Menurut teori ini, kesatuan masyarakat dan koheransinya disebabkan oleh suatu kecendrungan boilogis di dalam diri manusia, yaitu suatau naluri sosial yang disebut herd instinct atau gregarious instinct yaitu naluri kelompok yang membuat manusia mengakui dan menyukai sesama teman, dengan artian memiliki rasa sosial.
Adanya rasa sosial, bukan karana kemauannya, melainkan sudah kodratnya. Maka dengan demikian, perceraian atau pengasingan dari yang lain mengakibatkan hancurnya manusia, karena manusia tidak bisa hidup sendiri, melainkan membutuhkan yang lainnya untuk keberlangsungan hidupnya.
Namun, walau manusia mempunyai kodrat sosial yang bersifat biologis, manusia tidak dapat hidup damai dengan orang lain. Perjuangan untuk hidup The Struggle for existence lebih menonjol. Ia merasa dirinya terancam oleh orang lain yang hendak memakai dia demi kelangsungan hidup mereka sendiri. Bahaya ini menyebahkan alam sendiri sebagai pangkalan-pangkalan, badan fisik[2] dan badan sosial[3], demi pengamanan hidup.

b.      Teori Ras
Darwin telah membuktikan adanya evolusi biologis semau organisme melalui tahap-tahap seleksi dan adaptasi. Hukum evolusi ialah hukum konflik dan peranglah yang menetukanbagi sejarah. Permusuhan disebut sebagai gejala universal dan ciri khas tiap-tiap bidang kehidupan. begitupun dengan bangsa-bangsa dan ras-ras. Peperanga yang terus-menerus yang paling menonjol. The Struggle for existence berlangsung diantara semua golongan sosial.
Permusuhan terhada sesama yang paling primif ialah kanibalisme, dan bentuk yang paling lunak lagi adalah perbudakan, dan perusuhan yang paling halus lagi dengan mendirikan negara sebagai sarana untuk menindas dan mengisap orang yang kalah dan terpaksa menyerah.

c.       Teori Determinisme
Dalam teori ini tidak perlu panjang lebar dibahas, karena hanya membahas tentang faktor atau hal-hal yang menentukan terbentuknnya kehidupan soial. Yang mana salah satunya tentang kebutuhan kelangsungan hidup sehingga manusia besosial untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut.
Dan ini bukan hanya hubungan dengan sesama, keluarga atau yang lebih besar yaitu masyarakat, melaikan juga dengan lingkungannya, di mana dia bertempat tinggal, bercocok tanam dan bekerja untuk The Struggle for existence.

d.      Teori Evolusi
Mengenai teori evolusi, kita harus terlebih dahulu membedakannya dengan development (pembagunan) dan kemajuan (Progress). Kalau Evolusi yaitu keadaan terhadulu, lalu menelusuri tahan-tahan pendahuluan yang telah dilalui sebelum sempai kepada keadaan sekarang.
Pembangunan berarti kita melihat kedepan, bertitik tolak pada apa yang sudah ada sekarang menuju keadaan yang akan datang. Sedangkan kemajuan sama seperti evolusi dan pembangunan, hanya ada nilai positifnya, karena kemajuan membawa kepada keadaan yang lebih baik.
  
DAFTAR PUSTAKA
K.J Veeger, Raelitas Sosial, PT Gramidia, Jakarta 1988
Chales Darwin, The Origin of Species, Asal-Usul Spesies melalui seleksi alam atau Survival of the Fittest dalam The Struggle for existence, yayasan Obor Indonesia, 2003
Chales Darwin, The Origin of Species by Means of Nature Selection or The Preservation of Favoured Races in the Sturgle Life, 1985
Alfred North Whitehead, filsafat proses, proses dan realitas dalam kajian kosmologi, Kreasi Wacana, 2009


[1] The Struggle for existence artinya sama dengan The Struggle for life, yaitu perjuangan untuk hidup. Namun Darwin sendiri menggunakan The Struggle for existence dalam pemhasasannya, liat bagian ketiga The Origin of Species by Means of Nature Selection or The Preservation of Favoured Races in the Sturgle Life. 1859
[2] Bahwa sel-sel organik yang mula-mula berpisah dan sendirian, bergabung menjadi organisme, yang mana bergabungnya sel-sel individual  bisa membawa keungtungan maupun kerugian bagi meraka.
[3] Organisme-organisme bergabng menjadi kelompok atau masyarakat, dan ini juga ada keruagian dan keuntungannya. 

Comments

Putry Amouy said…
JOIN NOW !!!
Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.com