Pertanyaan
yang sangat dan sangat mendasar, bahkan tidak pernah kefikirkan sebelumnya oleh
kita, yaitu mengenai “apa itu bahasa”. Memang pertanyaan ini sangat sepele,
namun menjadi sesuat yang menarik untuk dibahas, bahkan kita mendapatkan
kesulitan untuk mengartikan hal yang kecil ini.
Inilah
keunikan dan asyiknya belajar filsafat, hal-hal yang kecilpun menjadi sangat
luas biasa setelah dikaji dan didalami. Memang ini remeh tapi tidak bisa di
sepelekan, karena kita sedikit menemukan kesulitan mendefinisikan.
secara
pandangan umum, kita pasti mengatakan, bahwa bahasa adalah alat komunikasi sebagai symbol dari
sesuatu, namun dangan apa kita menjalankan menggunakanalat itu, karena bahasa
bukan hanya symbol dan kata-kata.
Menurut
pandangan tradisional, yang dikatakan bahasa ialah pikiran-pikiran, ide-ide
atau gagasan dan pengalaman yang ingin di eksternalisasikan dengan bahasa
kepada orang lain, namun ada hal yang
sifatnya internal/pribadi/privasi yang tidak bias diungkapkan dan dirasakan
oleh orang lain.
Bahasa
adalah pertukaran ide dengan menggunakan bahasa melalui kata-kata dan kalimat
yang memuat idea tau pikiran, dengan kata lain mentranfer pikiran kita untuk
orang lain.
Kalau
memeng demikain, bagaimana dengan orang dengan dengan orang yang ngigau yang
mengatakan sesuatu, yang perkataannya tidak disadari atau keluar dari pikiran/
ide?. Jawabannya, masih kita katan bahasa selama bisa dipahami.
Lalu
timbul pertanyaan lagi, semisal seseorang bicara (mengenai ide dan
gagasannya) pada kita dan kita tidak
mengerti dan tidak paham apa yang dikatakan, berarti itu bukan bahasa?, kalau
kita mengaca pada jawaban seperti yang tadi. Maka pertanyaan ini dijawab dengan,
semisal orang yang nonton televisi tapi suaranya di mute, dan kita tidak
mengerti apa yang yang dibicaraka, tapi, karena karena ada sesuatu yang ingin
disampaikan maka itu juga disebut bahasa.
Mungkin
kita masih mendapatkan kebingungan, dari uraian diatas. Namun dapat ditarik
secara garis besar, bahwa yang dikatakan bahasa adalah gagasan atau ide yang
yang disampaikan walau tidak dapat dipahami, tapi jika ada pesan yang ingin
disampaikan, atau sebaliknya, walau perkataan yang disampaikan tida keluar dari
ide tau tida disadari, manun selama orang lain paham, bisa dikatakan bahasa.
Comments
Post a Comment