RASA


KIDUNG RINDU
Air itu bersuara ria mengugur bumiku
Berkajaran dengan vertikal
Menyisihkan tapak-tapak yang terukir
Membuat hatiku bergumam lirih penuh nista
Bibir keluh tanpa tak berhias awan
Terkatup pedihnya kata rindu yang menyayat
Terkuak terlaksana kenangan berbingkai hati
Kau yang berhias mimpi, hadir
Mengukir patah hati denga kuas cinta
Menabuur rindu diatas sepinya malam
Beyarnya kesunyian yang berdahabat
Bayanangmu hadir menari diatas bintang-bintang
Laksana keluarkanku dari irndu yang memenjara
Dibalik perintah tirai air mata perpisahan
Berlabuhku di antara tangis dan senyum
Muarakanku pada kepastian itu harapanku
TANGIS DALAM SEPI
Ku mencintamu di sela-sela sudut garis cakrawala
Bergandengan tangis di gelapnya hati
Bermuara sitengah keingungan jiwa
Tersandung butir-butir beling keresahan
Ku melangkah walau gelap mengusirku
Dan tercekal dalam indahnya lukisan cintamu
Ku tertawa namun ku terasa asing
Ku dioam namun ku diejek semut merah
Yang tengah berbaris bahagia atas sedihku
Sungghuh aku pilu saat malamku berkabut
Air mata berpatri layaknya lambang sedihku
Saat sang bayu tak lagi menyambutku
Menyampaikan pilunya hati tuk sang mutiara
JERITAN TAHAJJUD
Saat bibir mulai membeku
Hanya suara hati yang mengalir
Diats gersangnya do’a dalam jiwa fatamorgana
Kematian hutan seakan membias dunia
Lirih mengelih dalam tahjjud
Bertahajjud dalam bersama dinginnya malam
Manatap kotornya dunia dalam kenyataan
Ingin ku lalui mencari lepastian
Bersama jejak-jejak jiwa kesetiaan
Melangkah mengikuti tapak sang penggum-Mu
Hiraukan gelap yang datang mengusir
Manerungi dunia penuh nista
Aku barhapar kau kan sudi menyapaku
Ditengah keramaian germerlap dunia-Mu
Yang kian meremas indahnya kata terindah-Mu

Comments